Senin, 08 Juli 2019

Review Artificial Intelligence pada Game Need For Speed : Hot Pursuit


Apa yang Anda harapkan dari game yang bernama Need for Speed? Tentu saja kecepatan! Balapan berkecepatan tinggi dengan menggunakan mobil keren merupakan mimpi basah para gamer pecinta balapan! Seri game Need for Speed (NFS) telah memberikan apa yang para gamer inginkan dengan beberapa judul menariknya. Mulai dari NFS Underground, NFS Underground 2, NFS Most Wanted, hingga NFS Carbon. Apa kesamaan dari semua judul di atas? Balapan liar berkecepatan tinggi, mobil super keren, dan ketegangan yang membuat ketagihan!

Game ini menggunakan konsep yang berbeda dengan game NFS sebelumnya. Pada game ini, Anda akan lebih berkonsentrasi balapan saja. Bila Anda pernah memainkan game NFS zaman dahulu, konsep ini tentunya tidak asing lagi bagi Anda. Jadi, Anda tidak dapat menemukan berbagai macam kustomisasi mobil seperti pada NFS Underground. Lalu, apakah hal ini akan mengurangi kenikmatan bermain yang akan Anda rasakan?
Mulanya kami sempat berpikir seperti itu. Namun, setelah bermain selama lebih dari 20 jam, pikiran itu telah kami hapus tanpa bersisa! Ternyata, pengalaman bermain yang kami temukan lebih menarik dari NFS sebelumnya. Memang, Anda tidak lagi disibukkan dengan mencari berbagai perlengkapan untuk mobil Anda. Pada kenyataannya, hal itu tidak diperlukan dalam game ini. Karena, game ini justru memberikan Anda kenikmatan balapan tanpa harus memikirkan berbagai hal lain yang sebenarnya tidak diperlukan dalam game balapan, yaitu balapan sepuasnya!

Berikut review kecerdasan Artificial Intelligence pada game ini :
  • Jika pada seri-seri Need for Speed sebelumnya kita lebih banyak bermain sebagai pembalap jalanan, maka pada NFS: Hot Pursuit kita juga bisa bermain sebagai polisi. Ada dua mode permainan dalam game ini; sebagai pihak yang dikejar dan yang mengejar.
  • Tampilan grafis yang detail. Efek cuaca, tabrakan, debu pada jalanan sangat terasa pada game ini. Juga terdapat slow motion untuk adegan-adegan penting, seperti kalau kita bisa menghentikan laju musuh.
  • Seperti pada game-game NFS sebelumnya, banyak soundtrack yang asyik didengarkan ketika sedang bermain.
  • Pengendalian mobil lebih responsif, sehingga memudahkan untuk berbelok dengan mulus di tikungan tajam pada kecepatan tinggi.
  • Banyak cara untuk menghentikan musuh, baik jika kita bermain sebagai polisi ataupun penjahat. Kita bisa menggunakan peralatan seperti road block, spike strip, maupun EMP untuk menghentikan mobil lawan.
  • Artificial Intelligence yang lebih baik. Lawan kita cukup cerdas pada game ini, mereka sering melakukan manuver-manuver yang tidak terduga. Selain itu traffic juga responsif. Jika ada kendaraan datang dari arah depan, mereka bisa membanting setir secara tiba-tiba, yang membuka kemungkinan terjadinya kecelakaan.

Sumber :

User Interface & Artificial Intelligence


A. User Interface

Antarmuka pengguna (User Interface; disingkat UI) merupakan bentuk tampilan grafis yang berhubungan langsung dengan pengguna (user). Antarmuka pengguna berfungsi untuk menghubungkan antara pengguna dengan sistem operasi, sehingga komputer tersebut bisa digunakan.

Antarmuka pengguna, dalam bidang desain industri interaksi manusia-mesin, adalah sebuah tempat di mana interaksi antara manusia dan mesin terjadi. Tujuan dari interaksi antara manusia dan mesin pada antarmuka pengguna adalah pengoperasian dan kontrol mesin yang efektif, dan umpan balik dari mesin yang membantu operator dalam membuat keputusan operasional. Contoh-contoh dari konsep luas antarmuka pengguna ini termasuk aspek-aspek interaktif dari sistem operasi komputer, alat-alat, kontrol operator mesin berat, dan kontrol proses. Pertimbangan desain berlaku ketika membuat antarmuka pengguna yang berkaitan atau melibatkan disiplin-disiplin ilmu seperti ergonomi dan psikologi

Sebuah antarmuka pengguna adalah sistem di mana pengguna berinteraksi dengan mesin. Antarmuka pengguna mencakup perangkat keras dan perangkat lunak. Antarmuka pengguna hadir untuk berbagai sistem, dan menyediakan cara untuk:

  • Input, memungkinkan pengguna untuk memanipulasi sebuah sistem
  • Output, memungkinkan sistem untuk menunjukan efek dari manipulasi pengguna

Secara umum, user interface menyediakan metode untuk input dan output. Dengan user interface, user bisa dengan mudah melakukan input dan output data dan merekayasa atau memanipulasi data sesuai keperluan.
Pada program software hampir semua komponennya menggunakan kinerja GPU (Graphic Processor Unit) dimana user bisa menginputkan perintah dan memanipulasi data dengan memanfaatkan tampilan grafis tertentu seperti jendela, tombol/button dan textbox.
Sedangkan user interface pada sebagian besar perangkat keras, biasanya lebih sederhana, dan didominasi oleh simbol-simbol seperti pada remote televisi, mesin fotokopi dan telepon seluler.
Pada aplikasi smartphone, pengguna banyak berinteraksi dengan program-program di dalamnya dengan memasukkan perintah dalam bentuk teks maupun grafis. User interface pada smartphone cenderung dituntut lebih sederhana dan mudah mengerti dibanding user interface pada perangkat yang lebih besar seperti komputer.

Apa saja contoh dari UI atau User Interface? Untuk contoh user interface yang biasa kita temui yaitu pada sistem operasi yang biasa kita gunakan. Pada Windows secara GUI kita mengenal tema dan skin Aero, Redmon, dan XP, sedangkan secara CLI kita mengenal Command Prompt. Pada Linux secara GUI lebih bervariasi karena ada KDE, Cinnamon, XFCE, Gnome, dan yang lainnya. Sedangkan pada Apple Mac OS X, kita mengenal Lion dan Leopard. Pada Android, biasanya user interface nya menjadi satu set dengan versi Androidnya, seperti Froyo.


 B. Artificial Intelligence

Kecerdasan buatan adalah kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah. Artificial Intelligence didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan kecerdasan buatan sebagai “kemampuan sistem untuk menafsirkan data eksternal dengan benar, untuk belajar dari data tersebut, dan menggunakan pembelajaran tersebut guna mencapai tujuan dan tugas tertentu melalui adaptasi yang fleksibel”. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan saraf tiruan dan robotika.

Untuk fungsinya, kecerdasan buatan memiliki cukup banyak fungsi. Kecerdasan buatan diharapkan dapat melakukan beragam hal yang akan memudahkan manusia mulai dari pemrosesan bahasa alami, mengenai persepsi, penalaran, menggerakkan dan manipulasi objek, mengenai pengetahuan, dan juga melakukan pembelajaran.
Jika di ambil kesimpulan secara menyeluruh, kecerdasan buatan berusaha untuk membuat robot yang memiliki kecerdasan yang mirip atau bahkan lebih dari kecerdasan yang dimiliki oleh manusia.

Tujuan pembuatan mesin yang canggih ini adalah untuk mengurangi waktu kerja sehingga kegiatan dapat lebih efisien. Dengan menggunakan kecerdasan buatan, manusia menjadi lebih murah dalam mengambil keputusan dan melakukan kegiatannya dibandingkan pada masa lalu.

Saat ini sudah ada banyak sistem yang menggunakan kecerdasan buatan dan sangat cerdas. Salah satunya adalah teknologi Google seperti yang disebutkan sebelumnya. Selain itu ada juga banyak aplikasi kecerdasan buatan yang menarik seperti :
  • Siri yaitu asisten suara yang dibuat oleh perusahaan Apple dalam ponselnya.
  • Tesla, yang merupakan kecerdasan buatan yang dibuat untuk memperbolehkan mobil berkendara secara otomatis
  • Alexa, Voice assistant dari perusahaan Amazon dan masih banyak lagi lainnya.

Sumber :